This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Lain Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain Lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

DAFTAR PESERTA PLPG TAHAP 2 UNP KEDIRI TH 2012

Pemberitahuan Daftar Peserta PLPG 2012
Tahap 2  UNP Kediri Tahun 2012 :

Dengan ini kami menyampaikan Daftar Nama Peserta PLPG Tahap II yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-26 Mei 2012 dan 22-31 Mei 2012.
Kami mohon dengan hormat agar peserta yang sedang sakit berat/ keras dan ibu-ibu hamil yang mendekati masa persalinan, tidak dipanggil untuk mengikuti PLPG.
Peserta yang karena sesuatu hal tidak dapat hadir memenuhi panggilan PLPG ini, harap menyampaikan surat ijin/pengunduran diri kepada Ketua PSG Rayon 143 UNP Kediri yang disertai bukti pendukung alasan ketidakhadirannya sebelum pelaksanaan PLPG.
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama Saudara, diucapkan terima kasih.

Download Surat Pemberitahuan
Download Lampiran Kabupaten Kediri
Download Lampiran Kabupaten Nganjuk
Download Lampiran Kabupaten Tulungagung
Download Lampiran Kota Kediri

Sumber :http://sertifikasi.unpkediri.ac.id/2012/05/daftar-peserta-plpg-2012-tahap-2.html

Untuk Peserta dari Kabupaten Tulungagung, Surat Tugas PLPG dapat diambil pada :
Sdri. RAFIFA SARI DEWI, S.Pd atau Sdr. EDY SUTRISNA
Bidang Ketenagaan Seksi PMPTK
Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung
Jl. Ki Mangunsarkoro No. 29, Beji - Boyolangu
Tulungagung66233

Minggu, 29 April 2012

KIAT MEMILIH SEKOLAH SETELAH SMP

UAN SMP/ MTs 2012 baru saja kita lalui, peserta didik menunggu dengan harap harap cemas..., namun jika sebelum pelaksanaan UAN mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik, tentunya mereka punya cukup keyakinan bahwa akan mendapatkan hasil baik dan Lulus dengan hasil yang memuaskan, sembari berfikir mencari sekolah mana yang akan dipilih sebagai langkah lanjutan dalam menuntut ilmu, dan ini bukan masalah mudah apalagi dianggap sepele,karena begitu banyaknya pilihan yang harus dihadapi oleh mereka, salah dalam memilih tentunya akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi mereka.
Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai dikeluarkannya seorang peserta didik karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya
Berkaitan dengan hal tersebut, kami berusaha untuk membantu, agar paling tidak mereka punya pedoman dalam memilih sekolah lanjutan.
Jika mereka berkeinginan melanjutkan dijenjang pendidikan SMA, nantinya siswa diharuskan untuk memilih jurusan. Jurusan yang harus dipilih ada 3 yakni IPA, IPS dan Bahasa. Dengan memilih jurusan tersebut, siswa akan lebih fokus mempelajari disiplin ilmu pengetahuan. Masalahnya, siswa kadang bingung menentukan harus memilih jurusan apa. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang kemudian hanya ikut-ikutan teman. Karena temannya memilih jurusan IPA, ia pun akhirnya ikut memilih IPA. apalagi sudah berkembang “mitos“bahwa jurusan IPA adalah ‘jurusan orang orang pinter’, namun apa lacur… di tengah jalan kelimpungan karena di jurusan ini ia tidak bisa enjoy belajar, dan kemampuan dasar tidak mendukung.
Terus bagaimana kiat memilih jurusan yang pas di SMA?.
Simak tips berikut ini:

1. Kenali karakteristik masing-masing jurusan.
Mengenali karakteristik dari masing-masing jurusan membantu siswa untuk memilih jurusan yang dipilih. Jurusan IPA, hampir semua pelajaran bermuatan eksakta dan alam. Di dalamnya ada biologi, kimia, fisika, dan matematika yang dipelajari lebih mendalam. Di jurusan IPS lebih menitik beratkan pada ilmu sosial. Di dalamnya ada pelajaran sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi dan akuntansi serta antropologi. Sedangkan jurusan bahasa menitik beratkan keilmuan bahasa. Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia mendapatkan porsi lebih banyak daripada jurusan yang lain. Selain itu, jurusan bahasa juga menambah pelajaran bahasa asing lainnya. Biasanya masing-masing sekolah berbeda, ada yang mengajarkan Bahasa Jepang, ada juga yang mengajarkan Bahasa Perancis.

2. Kenali Minat dan Bakat.
Kenali minat dalam diri. Jika berminat pada hal-hal eksakta, pilihlah jurusan IPA. Jika berminat pada ilmu sosial seperti politik dan ekonomi, sebaiknya memilih jurusan IPS. Namun, jika lebih tertarik pada sastra dan seni, pilihlah jurusan Bahasa. Selain karena minat, memilih jurusan juga karena bakat. Pelajari bakat yang kamu punya. Jika kamu bakat di bidang pengetahuan alam dan matematika, sebaiknya memilih IPA. Jika kamu bakat menjadi orator, suka diskusi politik dan ekonomi, suka ilmu sejarah dunia dan Indonesia, sebaiknya memilih jurusan IPS. Begitu pula jika kamu berbakat di bidang kesusasteraan, misalnya hobi dalam puisi, suka mengarang, membuat essai juga mempunyai kemampuan memahami multi bahasa, jurusan bahasa lebih pas.

3. Mengetahui rencana kuliah.
Tujuan pendidikan SMA adalah mengantarkan peserta didik menuju ke jenjang yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Jadi, jika ingin masuk SMA, itu artinya kamu dipersiapkan untuk bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Jika ingin sukses di bangku kuliah, perlu dipersiapkan sedini mungkin. Merencanakan memilih jurusan saat kuliah kelak, harus sudah ditentukan sejak di bangku sekolah. Sehingga tidak ada penyesalan seandainya, kelak sudah masuk kuliah, ternyata kamu salah masuk jurusan waktu SMA.
Gambaran mudahnya seperti ini. Saat siswa lulus dari sekolah menengah atas, siswa dihadapkan pada pilihan untuk kuliah. Pada tahap awal ada seleksi masuk perguruan tinggi. Jika siswa memilih jurusan di bawah naungan IPA, misalnya Pendidikan Dokter, maka ia akan mengikuti seleksi ujian masuk dengan soal ujian IPA seperti Fisika, Biologi, Kimia dan Matematika. Sebaliknya bagi siswa yang ingin menjadi ekonom, perbankan, ahli politik, psikolog, maupun ahli bahasa, termasuk dalam kategori IPS. Jadi ujian masuknya berhubungan dengan IPS seperti ekonomi, akuntansi, geografi, sejarah, maupun sosiologi. Bagaimana jika ada siswa yang telanjur salah jurusan. Misalnya ada siswa yang ingin kerja di Bank tapi dia jurusan IPA. Itu bisa saja dilakukan. Ikut ujian IPS. Namun, pelajaran yang ia dapat waktu SMA akan sia sia. Selain itu, dasar-dasar pelajaran IPS tidak pernah dapat sama sekali.
Apakah benar mitos jurusan IPA lebih baik daripada IPS?
Mitos itu sama sekali tidak benar!. Kalau ada anggapan bahwa anak IPA lebih terarah dan lebih teratur, itu tergantung sekolah penyelenggara pendidikan dimana anak itu berada. Kalau ada yang mengatakan anak belajar di jurusan IPS itu lebih sering diabaikan guru, itu kasus lain. Berarti sekolahnya yang perlu dipersalahkan, bukan jurusannya.

Selain pilihan di SMA, alternatif yang lain adalah pilihan sekolah SMK yang titik berat dari jenjang pendidikan ini adalah pada ketrampilan, mereka yang sejak awal belum punya keinginan kuliah dengan berbagai macam sebab, namun ingin memiliki ketrampilan praktis setelah sekoalah, maka SMK inilah jalan keluarnya....

Sumber :www.smpn1pucanglaban.com

Selasa, 17 April 2012

KAJIAN LKS DAN MODEL PEMBELAJARAN

Pada hari Selasa, 18 April 2012, bertempat di SMP Negeri 1 Sumbergempol seluruh pengurus MGMP SMP se-Kabupaten Tulungagung, diundang untuk mengikuti kegiatan Kajian LKS dan Model Model Pembelajaran, dengan nara Sumber Bpk. Sugiyanto dan Bpk. Mashadi, banyak hal penting dan menarik yang didapat dari pertemuan tersebut, bagi mereka yang belum berkesempatan mengikuti, bisa mengambil materi yang dibahas pada kegiatan tersebut disini

Senin, 16 April 2012

Lagi : Cara Menghitung Akar Kuadrat

Jika pada postingan yang lalu, sudah disampaikan beberapa cara mencari akar kaudrat, maka pada kesempatan kali ini akan disampaikan satu cara lagi yang diambil dari  Bakhsalis Manuscrit yang merupakan sub judul buku David Darling dengan judul The Universal Book of Mathematics
Hasil dari perhitungan akar kuadrat dengan menggunakan rumus ini sangat mendekati dengan hasil sebenarnya.
Rumusnya adalah sebagai berikut :


\sqrt{N}= \sqrt{A^2+b} \approx A+ \frac{b}{2A}- \frac{( \frac{b}{2A})^2}{2(A+ \frac{b}{2A})}


Dengan, N adalah sebarang bilangan asli atau bilangan cacah
A adalah bilangan asli yang jika dikuadratkan nilainya sangat mendekati N
Dan b adalah b=N-A^2


Misalnya untuk menghitung \sqrt{13}, maka kita pilih A=3 sehingga A^2=9 sangat mendekati 13. Sehingga, b=4, maka


\sqrt{13}= \sqrt{3^2+4}=3,606060606...


Nilai yang sebenarnya adalah \sqrt{13}=3,605551275...


Berikut ini adalah beberapa nilai untuk \sqrt{N} sampai dengan N=99


n \sqrt{n} Menggunakan Rumus
1 1 1
2 1,414213562 1,416666667
3 1,732050808 1,75
4 2 2
5 2,236067977 2,236111111
6 2,449489743 2,45
7 2,645751311 2,647727273
8 2,828427125 2,833333333
9 3 3
10 3,16227766 3,162280702
11 3,31662479 3,316666667
12 3,464101615 3,464285714
13 3,605551275 3,606060606
14 3,741657387 3,742753623
15 3,872983346 3,875
16 4 4
17 4,123105626 4,123106061
18 4,242640687 4,242647059
19 4,358898944 4,358928571
20 4,472135955 4,472222222
21 4,582575695 4,58277027
22 4,69041576 4,690789474
23 4,795831523 4,796474359
24 4,898979486 4,9
25 5 5
26 5,099019514 5,099019608
27 5,196152423 5,196153846
28 5,291502622 5,291509434
29 5,385164807 5,385185185
30 5,477225575 5,477272727
31 5,567764363 5,567857143
32 5,656854249 5,657017544
33 5,744562647 5,744827586
34 5,830951895 5,831355932
35 5,916079783 5,916666667
36 6 6
37 6,08276253 6,082762557
38 6,164414003 6,164414414
39 6,244997998 6,245
40 6,32455532 6,324561404
41 6,403124237 6,403138528
42 6,480740698 6,480769231
43 6,557438524 6,557489451
44 6,633249581 6,633333333
45 6,708203932 6,708333333
46 6,782329983 6,782520325
47 6,8556546 6,855923695
48 6,92820323 6,928571429
49 7 7
50 7,071067812 7,071067821
51 7,141428429 7,141428571
52 7,211102551 7,211103253
53 7,280109889 7,280112045
54 7,348469228 7,348474341
55 7,416198487 7,416208791
56 7,483314774 7,483333333
57 7,549834435 7,549865229
58 7,615773106 7,615821095
59 7,681145748 7,681216931
60 7,745966692 7,746068152
61 7,810249676 7,81038961
62 7,874007874 7,874195624
63 7,937253933 7,9375
64 8 8
65 8,062257748 8,062257752
66 8,124038405 8,124038462
67 8,185352772 8,185353053
68 8,246211251 8,246212121
69 8,306623863 8,30662594
70 8,366600265 8,366604478
71 8,426149773 8,426157407
72 8,485281374 8,485294118
73 8,544003745 8,544023723
74 8,602325267 8,602355072
75 8,660254038 8,660296763
76 8,717797887 8,717857143
77 8,774964387 8,775044326
78 8,831760866 8,831866197
79 8,888194417 8,88833042
80 8,94427191 8,944444444
81 9 9
82 9,055385138 9,05538514
83 9,110433579 9,110433604
84 9,16515139 9,165151515
85 9,219544457 9,219544846
86 9,273618495 9,273619428
87 9,327379053 9,327380952
88 9,38083152 9,380834977
89 9,433981132 9,433986928
90 9,486832981 9,486842105
91 9,539392014 9,539405685
92 9,591663047 9,591682723
93 9,643650761 9,643678161
94 9,695359715 9,695396825
95 9,746794345 9,746843434
96 9,797958971 9,798022599
97 9,848857802 9,848938826
98 9,899494937 9,899596524
99 9,949874371 9,95


Selisih terbesarnya ada pada \sqrt{3}, yaitu mempunyai selisih 0,017949192
Selisih terbesar kedua ada pada \sqrt{8}, yaitu mempunyai selisih 0,004906209


Jika diperhatikan, dengan menggunakan rumus tersebut. Nilai dari \sqrt{82} mempunyai tingkat ketelitian yang bagus dibandingkan nilai dari \sqrt{99}. Begitu juga untuk \sqrt{65} dengan \sqrt{80}. Begitu juga \sqrt{50} dibandingkan dengan \sqrt{63}.


Jika yang kita hitung adalah yang kurang dari dan mendekati suatu kuadrat sempurna, maka tingkat ketelitiannya kurang bagus. Berbeda dengan jika yang kita hitung adalah yang lebih besar dari dan mendekati suatu kuadrat sempurna. Tingkat ketelitiannya sangatlah bagus.


Untuk menyiasati hal ini, kami mencoba untuk mengambil kasus jika nilai A^2 melebihi dari nilai N tetapi masih sangat dekat dengan N, tentu nilai b akan negatif.
Beberapa tabelnya untuk N mulai dari 81 sampai 100 adalah sebagai berikut :


N \sqrt{N} Rumus untuk b negatif
81 9 9,000138122
82 9,055385138 9,055494505
83 9,110433579 9,110519126
84 9,16515139 9,165217391
85 9,219544457 9,219594595
86 9,273618495 9,273655914
87 9,327379053 9,327406417
88 9,38083152 9,380851064
89 9,433981132 9,433994709
90 9,486832981 9,486842105
91 9,539392014 9,539397906
92 9,591663047 9,591666667
93 9,643650761 9,64365285
94 9,695359715 9,695360825
95 9,746794345 9,746794872
96 9,797958971 9,797959184
97 9,848857802 9,848857868
98 9,899494937 9,899494949
99 9,949874371 9,949874372
100 10 10,00010284


Dapat kita lihat bahwa Nilai dari \sqrt{99} mempunyai tingkat ketelitian yang bagus dibandingkan nilai dari \sqrt{82}
Dan nilai dari suatu kuadrat sempurna itu sendiri jadi tidak sama dengan nilai yang sebenarnya.

Dapat disimpulkan di sini! Untuk mendapatkan nilai dengan ketelitian yang bagus.
Jika kita menghitung suatu bentuk akar yang nilainya sangat mendekati suatu kuadrat sempurna, dan nilainya kurang dari kuadrat sempurna (mendekati dari bawah), maka kita gunakan b dengan nilai negatif. Dan nilai A^2 sama dengan bilangan kuadrat sempurna yang didekati.
Begitu juga sebaliknya.


Intinya! Gunakan nilai A dan b sedemikian sehingga nilai A^2 sangat dekat dengan N
Semoga bermanfaat....


Penyebab Kegagalan Pembelajaran Matematika

Kita sadari bersama bahwaP sejauh inie prestasi siswa dalam belajar matematika memang masih rendah. Dari beberapa laporan menyebutkan, faktor penyebabnya antara lain adalah masih kurangnya kualitas materi pembelajaran, metode pembelajaran yang mekanistik, model pembelajaran yang monoton maupun sulitnya konsep- konsep matematika untuk dipahami.
Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif. Yakni kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya. Sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.
Namun demikian, pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata. Dengan demikian, cara belajar induktif dan deduktif dapat digunakan dan sama pentingnya.
Salah satu penyebab kegagalan dalam pembelajaran matematika adalah siswa kurang paham konsep-konsep matematika atau siswa salah dalam memahami konsep-konsep matematika. Siswa yang menguasai konsep matematika, dengan mudah memecahkan soal-soal matematika.
Sering kita temui dalam kegiatan pembelajaran, siswa salah dalam memahami konsep matematika, sehingga salah dalam menyelesaikan soal-soal matematika.Kesalahan konsep yang dialami siswa sebagian besar dibawa dari jenjang pendidikan sebelumnya.
Kesalahan konsep suatu pengetahuan saat disampaikan kepada salah satu jenjang pendidikan, bisa berakibat kesalahan pengertian dasar yang berkesinambungan hingga ketingkat pendidikan yang lebih tinggi. Ini karena matematika adalah materi pembelajaran yang saling berkaitan dan berkesinambungan(Continue),sehingga untuk mempelajari salah satu topik di tingkat lanjutan harus memiliki pengetahuan dasar atau pengetahuan prasyarat terlebih dahulu.
Tulisan ini mencoba mengurai beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kesalahan konsep dalam pembelajaran matematika. Selain itu, juga memberi alternatif pemecahan agar kesalahan memahami konsep tidak terjadi.
Secara garis besar, matematika memiliki beberapa cabang ilmu di antaranya adalah Aljabar, Geometri, Aritmatika dan Statistika. Setiap cabang memiliki beberapa disiplin ilmu tersendiri. Jika seorang siswa mempelajari Aljabar, maka ia harus menguasai terlebih dahulu pokok bahasan bilangan beserta operasi hitungnya.
Jika seorang siswa SMA ingin mempelajari Program Linear, ia harus menguasai Fungsi Linier beserta pertidaksamaannya, menguasai sistem persamaan linier, baik dengan satu variabel maupun dengan dua variabel dan sebagainya.
Setelah mengetahui hubungan pokok pokok bahasan dalam mata pelajaran matematika, siswa dengan mudah mempelajari pokok bahasan lain yang lebih tinggi. Akhirnya, siswa tidak akan kesulitan memahami atau menerima pokok bahasan baru. Yang tragis adalah bila kesalahan penanaman konsep dari suatu pokok bahasan terjadi pada jenjang pendidikan yang lebih rendah. Jika itu terjadi, bisa dipastikan seorang siswa akan memperoleh pengertian-pengertian yang salah dan berkelanjutan.
Sebagai ilustrasi, kesalahan konsep dapat dilihat dari beberapa kasus berikut:
Dalam operasi hitung sederhana :
8 + 4 X 5 = 60 yang benar 8 + 4 X 5 = 28
Dalam penyelesaian operasi Aljabar :
5 + 3x = 20 5x = 20 x = 4 yang benar 2 + 3x = 20 3x = 18 x = 6
Dua ilustrasi di atas merupakan kesalahan konsep yang sering kita jumpai. Sederhana, tapi akan berakibat fatal.
Kesalahan konsep dalam pembelajaran matematika dapat terjadi dari dua pihak, yakni guru maupun siswa. Kesalahan dari pihak guru antara lain, guru matematika bukan guru mata pelajaran melainkan guru kelas, tidak berlatar belakang pendidikan matematika, kurang menguasai inti materi dari pokok bahasan yang diajarkan, kurang mengetahui atau menguasai materi-materi.
Kemungkinan kesalahan konsep yang disebabkan oleh siswa antara lain, siswa salah menerima terhadap pengertian dasar atau konsep dari suatu pokok bahasan yang disajikan oleh guru., kurang berminat terhadap pelajaran matematika, cenderung hanya menghafal, tidak berusaha memahami rumus-rumus maupun con toh penyelesaian soal yang ada, bawaan siswa itu sendiri baik dari sekolah ataupun dari kelas sebelumnya.
Untuk menghindari kesalahan konsep yang disebabkan dari pihak guru maupun siswa, berikut ini beberapa alternatif pemecahannya dari dua pihak secara bersamaan. Pertama, usahakan guru matematika adalah guru mata pelajaran bukan guru kelas untuk semua jenjang pendidikan. Ini banyak dijumpai pada sekolah-sekolah tingkat SD atau MI yang menggunakan pola guru kelas.
Kedua, penguasaan inti materi dari tiap-tiap pokok bahasan matematika perlu dimiliki oleh para guru matematika. Hal ini dimaksudkan agar dalam menyajikan materi, guru dapat membedakan antara materi pokok dengan materi tambahan atau materi penunjang. Dengan demikian, tidak terjadi pengulangan materi yang bisa membuat siswa bingung.
Ketiga, perlu memotivasi siswa dalam belajar matematika untuk menghindari siswa dari kesalahan konsep. Jika siswa belajar giat dan penuh gairah, ia akan berusaha memahami dengan sungguh-sungguh dan mengembangkannya melalui latihan menyelesaikan soal-soal yang bervariasi.

(dikutip dari Republika online, Kolom Guru Menulis, oleh : Nurul Karimah Guru SMP Negeri 5 Temanggung)

Pembinaan Peserta Yang Tidak Lulus UKA 2012

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melakukan pembinaan pada para guru yang tidak lolos Uji Kompetensi Awal (UKA). Rencananya, hal itu akan dilakukan di masa-masa waktu liburan sekolah, yakni sekitar Mei-Juni 2012 mendatang.

Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, dalam proses pembinaan itu, para guru akan diberikan berbagai ilmu pendidikan keguruan. Seperti metodologi pengajaran hingga materi lainnya.

"Kenapa saat liburan? Supaya saat masuk tahun ajaran baru, para guru yang tidak lulus UKA ini bisa lebih semangat meningkatkan kualitas mengajarnya," kata Nuh di gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3/2012).

Di luar itu, kata Nuh, para guru yang dinyatakan lolos UKA 2012 akan memasuki tahap Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) selama 10 hari di lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan profesi guru. Menurutnya, pendidikan di PLPG tersebut sengaja disiapkan agar guru semakin mantap dan siap bersaing di tahap Uji Kompetensi Akhir.

"Siapa yang layak masuk PLPG, harus ikut UKA dulu. Kalau sudah lulus (UKA), maka ikut PLPG dan kemudian ikut uji kompetensi akhir. Nah, kalau sudah dinyatakan lulus uji kompetensi akhir, maka tercatat sebagai guru bersertfikat," jelasnya.

Selanjutnya ia menegaskan, pelaksanaan uji kompetensi tidak hanya untuk menciptakan guru profesional. Akan tetapi, juga untuk mengukur kinerja badan penyelenggara pendidikan dan latihan profesi guru.

"Pemerintah tidak hanya mengevaluasi kompetensi para guru. Tetapi juga sekaligus mengevaluasi lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan profesi guru itu. Sehingga semuanya akan terlihat jelas bagaimana kondisinya," imbuhnya.

Rabu, 11 April 2012

Menghindari Kesalahan Dalam Belajar Matematika

Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.
Belajar Matematika Belajar Menghafal ?
Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 5 x 5 =25. Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus. Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus trigonometri atau rumus-rumus integral. Ketika  Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.
Nah, pada posting kali ini saya akan memberikan tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan siswa ketika mengerjakan soal matematika terutama ketika menghadapi ujian. Saya pilih siswa karena sebentar lagi siswa-siswi kelas XII akan menghadapi ujian nasional yang secara langsung menentukan masa depan mereka. Terlebih matematika masih dijadikan momok pelajaran yang menakutkan.
Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini diharapkan para siswa semakin tahu bagaimana seharusnya belajar matematika. Sehingga para siswa merasa asyik dan menikmati ketika belajar matematika. Dan tentu saja  kesalahan-kesalahan ini tidak akan dilakukan. Berikut tujuh kesalahan yang dilakukan para siswa ketika belajar matematika atau ketika mau menghadapi ujian matematika.
1. Tidak Belajar Sama Sekali dan Terlalu Percaya Diri
Beberapa siswa sering merasa yakin dengan latihan-latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama seklai. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan siswa.  Meskipun Anda cerdas dan pandai, namun alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena segala sesuatu bisa terjadi pada waktu ujian. Ingat kajinan juga berpengaruh terhadap keberhasilan Anda. SUKSES = RAJIN + CERDAS.
Selain itu, jika siswa tidak belajar sama sekali, maka segala cara kemudian ditempuh, misalnya: membuat contekan, mengandalkan teman sebelahnya atau mengisi jawaban apa adanya alias “ngawur”. Nah, kalau sudah begini sangat fatal. Ingat jika Anda ketahuna mencontek atau bekerja sama banyak kerugian yang akan Anda alami. Lebih baik persiapan belajar dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan Anda.
2. Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan
Seperti sudah saya jelaskan di atas, bahwa belajar matematika bukan belajar menghafal. Salah jika Anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak hal yang akan Anda temukan ketika latihan. Porsi untuk membaca dan latihan menurut saya adalah 20 % untuk membaca konsep dan 80 % untuk latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karen tidak akan membuat mahir atau terampil mengerjakan soal-soal matematika. Ingat soal-soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang berkaitan ketrampilan Anda menggunakan rumus, logika dan menyimpulkan sesuatu.
3. Tidak Teliti
Sayang benar jika Anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi Anda merasa kecewa karena setelah Anda keluar dari ruang ujian Anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban Anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada Anda.
Meskipun Anda pintar dan melakukan banyak persiapan, namun jika Anda tidak teliti juga akan percuma. Terlebih jika semua soal adalah soal pilihan ganda, yang ditentukan dengan jawaban benar atau salah saja. Fatal akibatnya jika Anda tidak teliti. Apakah Anda pernah mengalami seperti hal ini ?
4. Terburu-buru
Banyak siswa yang sering melakukan kesalahan ini. Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaiakan soal matematika dengan cepat dan ingin mendapat nilai maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?
5. Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri
Ketika Anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setipa nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.
6. Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi
Kecenderungan siswa dalam mengerjakan soal matematika biasanya cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal Anda sudah membuat kesalahan. Selain itu Anda akan cenderung emosi semisal Anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe  pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.
Sebaiknya, Anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut Anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan Anda bia mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?
7. Mengerjakan dengan Coba-coba dan Menghafalkan Rumus Praktis
Memang tidak salah jika Anda mengerjakan soal dengan coba-coba. Beberapa soal memang lebih cepat jika dikerjakan dengan coba-coba terutama untuk soal pilihan ganda. Misalnya soal, program linear, soal sistem persamaan linear dan lain-lain. Tetapi saran saya, sebaiknya Anda juga harus hati-hati dengan tipe-tipe soal seperti ini. Kadang-kadang juga ada soal yang bisa dikerjakan dengan coba-coba tetapi akhirnya menjebak Anda. Selain itu, ada soal dengan tipe ini yang dikerjakan lebih lama daripada dengan langkah-langkah biasa.
Saya tidak melarang Anda menggunakan rumus praktis atau cara cepat. Memang ada tipe soal yang dapat dikerjakan dengan rumus praktis. Tetapi perhatikan bahwa rumus prakits tidak berlaku untuk semua soal, hanya untuk soal dengan tipe tertentu saja.
Kiranya sudah terlalu banyak saya menuliskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerjakan soal terutama soal matematika dan beberapa saran untuk Anda. Saran saya dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya Anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapan Diri dengan Banyak Berlatih
Mungkin Anda memiliki kesalahan lain dan saran-saran lain silahkan Anda tuliskan pada kotak komentar di bawah ini. Tujuh di atas bukan angka keramat, hanya untuk mempermudah mengingat saja dan jika ada tambahan bisa menjadi delapan atau sembilan dan seterusnya.

Berbagai cara menghitung akar kuadrat

Mari kita coba pelajari berbagai macam cara menghitung akar kuadrat.
1.       Cara coba-coba. Ini adalah cara paling umum untuk menyelesaikan hitungan akar kuadrat. Cara ini sangat cocok bagi anak-anak, kita, yang telah lancar menghitung kuadrat atau perkalian.
Misal kita akan menghitung akar (kuadrat) dari 64.
Maka kita coba 5×5 = 25 (terlalu kecil).
Coba 9×9 = 81 (terlalu besar).
Coba 7×7 = 49 (terlalu kecil).
Coba 8×8 = 64 (betul).
Jadi kita peroleh akar 64 adalah 8.
2.      Cara faktorisasi. Cara ini cukup menarik dan taktis.
Misal, berpakah akar dari 64?
Maka 64 = 2×32 = 2x2x16 = 4×16
Maka
akar 64 = akar 4 x akar 16
= 2 x 4
= 8 (Selesai).
Cara faktorisasi ini sangat berguna sampai pelajaran matematika tingkat tinggi. Ketika duduk di bangku SMA, kita sering menggunakan cara faktorisasi. Ketika kuliah kalkulus, kita juga sering menggunakan cara faktorisasi.
Misal, berapa akar dari 72?
Maka
72 = 9×8 = 9x4x2
Jadi akar 72 = 3x2x akar 2
= 6akar2 = 6√2.
3.      Cara pendekatan. Cara ini adalah variasi dan lanjutan dari cara coba-coba. Setelah berlatih beberapa kali, kita akan sangat mahir dengan cara ini. Cara pendekatan ini sangat dahsyat untuk menghitung akar yang nilainya cukup besar.
Misal, berapakah akar dari 1681?
Pendekatan paling masuk akal adalah 40×40 = 1600.
Karena satuan dari 1681 adalah 1 maka satuan dari akarnya tentu 1 atau 9. Dalam hal ini kita memilh 1. (Mengapa?).
Jadi kita peroleh jawaban 40+1 = 41
Misal, berapakah akar dari 3364?
Pendekatan paling masuk akal adalah 50×50 = 2500.
(sedangkan 60×60 = 3600, terlalu besar).
Karena satuan dari 3364 adalah 4 maka satuan dari akarnya adalah 2 atau 8. Dalam hal ini kita memilih 8. (Mengapa?)
Jadi kita peroleh jawaban 50+8 = 58.
4.   Cara Lain...??? Silakan tuliskan pada kolom kommentar..., biar semakin indah kita berbagi!!!

Rabu, 04 April 2012

Sayembara Penulisan Buku

Dalam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.

Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”

Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut.

a. Ketentuan Umum
1. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.

2. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.

3. Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
a) Keterampilan membuat kriya;
b) Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
c) Penerapan teknologi pengolahan;
d) Penerapan teknologi budidaya.

4. Jenis naskah buku pengayaan kepribadian, dimaksudkan untuk mengembangkan karakter: (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; (18) tanggung jawab yang dituangkan dalam:

a) Kumpulan pantun
b) Kumpulan puisi
c) Kumpulan cerita pendek
d) Novel
e) Drama
f) Biografi

Naskah buku Biografi, tentang:
a. seseorang yang berjasa dalam suatu bidang yang berguna bagi masyarakat;
b. seorang tokoh di daerah yang mendapat penghargaan dari pemerintah;
c. seseorang yang memiliki karakter yang dapat dijadikan contoh bagi bangsa;
d. seseorang yang memiliki keunggulan dan kelebihan yang berguna bagi masyarakat.

5. Naskah buku ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Naskah diberi identitas: (a) judul naskah; (b) jenis naskah; dan (c) peruntukan pembaca buku (misalnya untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA/SMK/MAK), (d) kelompok peserta.

6. Naskah dijilid rapi berupa cetak asli (bukan fotokopi atau dummy).
7. Naskah yang diterima Panitia tidak dikembalikan.

b. Ketentuan Peserta
1. Peserta adalah perorangan.
2. Peserta yang mengirimkan naskah harus melampirkan biodata.
3. Peserta dari siswa SMA/MA/ SMK/MAK harus melampirkan surat pengantar dari sekolah dan fotokopi kartu pelajar.
4. Peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan harus melampirkan surat pengantar dari lembaga tempat bekerja dan fotokopi SK pendidik atau tenaga kependidikan.
5. Peserta dari masyarakat umum harus melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
6. Peserta yang pernah menjadi pemenang sebanyak tiga kali atau lebih sejak tahun 2001 tidak diperbolehkan mengikuti sayembara ini.

c. Ketentuan Naskah
1. Naskah yang diajukan adalah: a. karya asli, b. tidak berseri, c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, sebagian ataupun seluruhnya, d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan e. belum pernah diterbitkan sebagian ataupun seluruhnya.

2. Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00 oleh penulis naskah.

3. Naskah diketik dan dicetak pada kertas A4, spasi 1½, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, ukuran huruf 12 pt, batas margin tepi kertas 3 cm.

4. Jumlah halaman isi naskah yang ditulis oleh siswa minimal 50 halaman dan yang ditulis oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan umum minimal 75 halaman.

5. Penggunaan ilustrasi harus proporsional dan terintegrasi dengan teks, mendukung materi/isi teks serta mencantumkan sumber secara jelas.

6. Naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan ungkapan tujuan mempelajari/membaca dan tidak dilengkapi latihan, soal, tes, lembar kerja, atau jenis evaluasi lainnya.

7. Naskah buku pengayaan tidak bertentangan dengan idiologi negara, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.

8. Naskah buku pengayaan pengetahuan dan keterampilan harus menggunakan daftar pustaka atas rujukan yang dikutip.

9. Naskah yang dinyatakan sebagai pemenang sayembara, jika ditemukan dan terbukti sebagian atau seluruhnya merupakan jiplakan/plagiasi, segala tanggung jawab hukum yang berkaitan dengan pelanggaran Hak Cipta berada pada penulis naskah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan membatalkan kemenangannya dan hadiah yang diterima harus dikembalikan kepada negara.

10. Jika suatu naskah buku pengayaan dinyatakan memenangi sayembara, penulis berhak atas penghargaan sayembara tersebut, sedangkan hak cipta (baik hak ekonomi maupun hak moral atas naskah) tetap berada pada penulis sehingga penulis berhak menerbitkannya kepada penerbit yang dipilih.

11. Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang sayembara adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hak moral berada pada penulis.

12. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu judul naskah sayembara.

13. Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.

d. Hadiah Sayembara

Untuk menghargai kualitas naskah yang memenangi sayembara, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyediakan hadiah uang sebagai berikut:

Kelompok Pelajar:
Juara I = Rp. 15,000,000
Juara II = Rp. 10,000,000
Juara III = Rp 7,500,000

Kelompok Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat Umum

Juara I = Rp 25,000,000
Juara II = Rp 20,000,000
Juara III= Rp 15,000,000

e. Pengiriman Naskah
Naskah diterima paling lambat tanggal 3 September 2012 dan dialamatkan kepada: Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012

Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat

f. Pengumuman Pemenang
1. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan pada bulan November 2012.
2. Calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dengan Dewan Juri dan menghadiri pengumuman pemenang bagi calon yang dinyatakan sebagai pemenang. Jika calon pemenang tidak dapat mengikuti wawancara, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.

Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website : http://puskurbuk.net , telp.: 021 3804248 , e-mail: sayembara_puskurbuk@yahoo.com facebook: sayembarapuskurbuk

Sabtu, 31 Maret 2012

PROFESIONALISME GURU

Dalam dunia pendidikan, peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri.
Filsofis sosial budaya dalam pendidikan di Indonesia, telah menempatkan fungsi dan peran guru sedemikian rupa sehingga para guru di Indonesia tidak jarang telah di posisikan mempunyai peran ganda bahkan multi fungsi. Mereka dituntut tidak hanya sebagai pendidik yang harus mampu mentransformasikan knowledge, values, dan skill, tetapi sekaligus sebagai penjaga moral bagi anak didik. Bahkan tidak jarang, para guru dianggap sebagai orang kedua, setelah orang tua anak didik dalam proses pendidikan secara global.
Dalam era reformasi pendidikan, dimana salah satu isu utamanya adalah peningkatan profesionalisme guru, hal itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam mencapai pendidikan yang lebih berkualitas.
Selain itu, pendidikan sebagai sebuah proses selalu berdampak pada sebuah upaya untuk senantiasa memperbaiki agar hasil tersebut menjadi baik. Untuk memperbaiki hasil pendidikan kita, tentu kita perlu tahu tentang kondisi pendidikan kita.
Kita sadari bahwa profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi, seiring dengan semakin meningkatnya persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Diperlukan orang-orang yang memang benar benar-benar ahli dibidangnya, sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya agar setiap orang dapat berperan secara maksimal, termasuk guru sebagai sebuah profesi yang menuntut kecakapan dan keahlian tersendiri. Profesionalisme tidak hanya karena faktor tuntutan dari perkembangan jaman, tetapi pada dasarnya juga merupakan suatu keharusan bagi setiap individu dalam kerangka perbaikan kualitas hidup manusia. Profesionalisme menuntut keseriusan dan kompetensi yang memadai, sehingga seseorang dianggap layak untuk melaksanakan sebuah tugas
Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.Mereka harus (1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme, (2) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya, (3) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya. Di samping itu, mereka juga harus (4) mematuhi kode etik profesi, (5) memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas, (6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya, (7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan, (8) memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya
Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui sertifikasi sebagai sebuah proses ilmiah yang memerlukan pertanggung jawaban moral dan akademis. Dalam isu sertifikasi tercermin adanya suatu uji kelayakan dan kepatutan yang harus dijalani seseorang, terhadap kriteria-kriteria yang secara ideal telah ditetapkan.
Sertifikasi bagi para Guru merupakan amanah dari UU Sistem Pendidikan Nasional kita (pasal 42) yang mewajibkan setiap tenaga pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar yang dimilikinya. Singkatnya adalah, sertifikasi dibutuhkan untuk mempertegas standar kompetensi yang harus dimiliki para guru sesui dengan bidang ke ilmuannya masing-masing.
Faktor lain yang harus dilakukan dalam mencapai profesionalisme guru adalah, perlunya perubahan paradigma dalam proses belajar menajar. Anak didik tidak lagi ditempatkan sekedar sebagai obyek pembelajaran tetapi harus berperan dan diperankan sebagai subyek. Sang guru tidak lagi sebagai instruktur yang harus memposisikan dirinya lebih tinggi dari anak didik, tetapi lebih berperan sebagai fasilitator atau konsultator yang bersifat saling melengkapi. Dalam konteks ini, guru dituntut untuk mampu melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, kreatif dan inovatif secara dinamis dalam suasana yang demokratis. Dengan demikian proses belajar mengajar akan dilihat sebagai proses pembebasan dan pemberdayaan, sehingga tidak terpaku pada aspek-aspek yang bersifat formal, ideal maupun verbal. Penyelesaian masalah yang aktual berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah harus menjadi orientasi dalam proses belajar mengajar.
Salah satu faktor yang dapat merangsang profesionalisme guru adalah, jenjang karir yang jelas. Dengan adanya jenjang karir yang jelas akan melahirkan kompetisi yang sehat, terukur dan terbuka, sehingga memacu setiap individu untuk berkarya dan berbuat lebih baik.
Kesejahteraan merupakan isu yang utama dalam konteks peran dan fungsi guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar. Paradigma professional tidak akan tercapai apabila individu yang bersangkutan, tidak pernah dapat memfokuskan diri pada satu hal yang menjadi tanggungjawab dan tugas pokoknya. Oleh sebab itu, untuk mencapai profesionalisme, jaminan kesejahteraan bagi para guru merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan dan dipisahkan.

Sabtu, 24 Maret 2012

Tagihan Individu KKG Bermutu



Tagihan Individu KKG Bermutu


Tagihan individu pada kegiatan KKG Bermutu tahun 2011/2012 antara lain :
 1.  Silabus

      Silabus merupakan tugas individual wajib, artinya semua guru yang mengikuti kegiatan di KKG/ MGMP harus membuatnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
Silabus yang dilaporkan adalah yang anda buat dan digunakan di sekolah.
Silabus yang harus dilaporkan adalah untuk standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan ketentuan:
a.      Untuk Guru Kelas:
1)      Satu tahun ajaran
2)      Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
3)      Salah satu tingkat dari sejumlah tingkat yang menjadi tanggungjawabnya.
b.      Untuk Guru Bidang Studi:
1)      Satu tahun ajaran
2)      Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
3)      Salah satu tingkat yang menjadi tugas mengajarnya
4)      Salah satu mata pelajaran yang diajarkannya
          Silabus yang dilaporkan disusun menggunakan format yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) atau yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota anda

2.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

      RPP merupakan tugas individual wajib, artinya semua guru yang mengikuti kegiatan di KKG/MGMP harus membuatnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

RPP  yang harus dilaporkan adalah:
a.      Untuk Guru Kelas:
1)      Satu tahun ajaran
2)     Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
3)      Salah satu tingkat dari sejumlah tingkat yang menjadi tanggungjawabnya.

b.      Untuk Guru Bidang Studi:
1)      Satu tahun ajaran
2)      Salah satu kelas yang menjadi tugas mengajarnya
3)      Salah satu tingkat yang menjadi tugas mengajarnya
4)      Salah satu mata pelajaran yang diajarkannya

RPP disusun menggunakan format yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) atau yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota anda.

 3.  Jurnal Kegiatan KKG

      Jurnal Belajar merupakan tugas individual wajib, artinya semua guru yang mengikuti kegiatan di KKG/MGMP harus membuatnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
Jurnal belajar berisi catatan tentang berbagai kegiatan belajar di kelompok kerja yang dilakukan oleh setiap guru anggotanya.

Jurnal Belajar yang harus dibuat oleh masing-masing anggota Pokja minimal 17 (tujuh belas), satu untuk in service dan 16 (enam belas) untuk on service.

Jurnal belajar yang dilaporkan disusun menggunakan format yang diterbitkan oleh Pengelola Program BERMUTU sebagaimana dapat dilihat dalam halaman berikut:

 4.  Karya Ilmiah:

Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas pilihan, oleh sebab itu  peserta tidak harus membuat PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan atau Kajian Kritis, kecuali bagi mereka yang membutuhkan untuk kenaikan pangkat. Peserta dapat menggunakan format yang selama ini telah ada.

Macam-macam KTI :
a. Makalah
b. Artikel
c. Kajian Kritis
d. Laporan Best Practice
e. Hasil Terjemahan Bahan Ajar
f. Penulisan Buku
g. Diktat
h. Jobsheet
i. HandOut

Kamis, 22 Maret 2012

Pengumunan Hasil UKA 2012

Anda Guru SMP di Kabupaten Tulungagung dan kesulitan melihat hasil pengumuman hasil UKA...???, Ataukah ingin memastikan bahwa nama Anda tercantum dalam daftar kelulusan yang dikeluarkan oleh Informasi Sertifikasi Guru...??? 
Sebenarnya dengan meng-klik link terkait sergur.kemdiknas yang berada disebelah kanan bawah halaman Web MGMP ini, anda dengan mudah sampai  pada situsnya.., Namun selalu kami berusaha untuk jauh memudahkan anda dalam memberikan informasi terbaru, untuk itu Team MGMP telah mempersiapkan link  alternatif yang berisikan daftar nama peserta yang LULUS dalam pelaksanaan ujian lalu, dan kami ambil dari situs resminya tanpa melakukan perubahan apapun  (kami ambil  dari situs pertanggal 22 Maret 2012).
Koq agak terlambat..??? Hal ini tidak lain disebabkan kesulitan untuk meng-akses secara langsung dari situsnya pada hari sebelumnya, mungkin disebabkan banyaknya yang ingin melihat pengumuman tsb (sak Indonesia selak kepengin weruh kabeh).
Sebanyak 553 peserta tingkat SMP se-Kabupaten Tulungagung yang dinyatakan LULUS, file dalam bentuk Ms. Word..., bisa dengan sangat mudah untuk dicetak. Selamat bagi rekan rekan yang sudah dinyatakan LULUS..., dan JANGAN LUPA..., kalau mengadakan acara Syukuran kami diundang Lho, he he...
Oh ya..., link downloadnya ada disini ( Ziddu ) atau disini ( MF )